Berita

UMY Raih 2 Piala di Communication Avenue 2017

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih dua piala dalam ajang Communication Avenue yang diadakan di Universitas Pelita Harapan (UPH) 12-17 Juni lalu. Tim UMY diwakili oleh mahasiswa Public Relations Ilmu Komunikasi Yoga Dwi Pandaya (2014), Endrax Dwi Kurniawan (2014) dan Erna Tri Nofiyana (2014) berhasil meraih juara 1 dalam kategori lomba Public Relations Idea Exploration (PRIDE). Sementara, mahasiswa UMY lainnya Wahyu Titis Dwirani (2014) juga berhasil menjadi second runner-up dalam kategori Call for Paper di ajang yang sama.

Dalam kategori PRIDE, tim UMY bernama Predator Dewa Ruci berhasil mengalahkan unggulan-unggulan seperti Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Bina Nusantara University (Binus), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Komputer Indonesia. Tim Predator Dewa Ruci saat diwawancara BHP pada Senin (19/6) mengungkapkan pengalamannya meraih juara dalam ajang tersebut. “Dalam PRIDE kita ditantang  menyusun sebuah ide untuk dijadikan proposal sebuah program. Dari kami, mengangkat tentang program Corporate Social Responsibility (CSR). Kita mengangkat potensi wisata yang ada di pantai Depok. Kami menyusun program berupa Explore Depok yang menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi yang tepat guna untuk masyarakat sekitar agar bisa mempromosikan pantai Depok,”ungkap Yoga.

“Setelah proposal kami masuk 10 besar, kemudian terpilih 5 tim yang masuk ke final. Pengalaman berharga didapat saat masuk final lima besar. Saat diadakan company visit di Zino Indonesia, semua peserta ditantang untuk menjual produk laptop berprosesor Intel. Peserta hanya diberi waktu satu hari untuk menyiapkan program dan presentasi. Kami menggunakan strategi-strategi lewat media social atau menggunakan influencer-influencer seperti Youtubers yang meriew sebuah laptop atau menceritakan pengalamannya menggunakan produk tersebut,”ujar Endrax menimpali.

Mereka bertiga mengaku total persiapan tiga minggu untuk menyiapkan materi dan pembuatan proposal sebelum berangkat ke Jakarta. “Kurang lebih tiga minggu untuk proses penyusunan proposal. Kami langsung ke sana dan mencari data dengan survey dan wawancara, juga untuk mengetahui kondisi dan harapan mereka tentang penggunaan teknologi. Sementara proses persiapan waktu lima besar karena kami tidak tahu apa yang akan diberikan dan hanya punya waktu yang terbatas, jadi kami mencari-cari referensi menebak-nebak apa kasus atau tantangan yang diberikan, sama persiapan template-template design yang akan dipakai,”lanjut Endrax lagi.

Dalam kategori Call for Paper, Wahyu Titis Dwirani berhasil terpilih sebagai 5 besar finalis paper yang lolos. Dengan topic The Power of PR in Modern Comunication, Papernya berjudul “Menjaga Reputasi dan Trust Melalui Kolaborasi Generasi Milenial di Era Digital 3.0 berhasil meraih Second Runner-Up dalam ajang tersebut.

Ketiga mahasiswa ini mengaku senang atas keikutsertaannya dalam ajang Communication Avenue 2017. Selain dapat meraih prestasi, lebih jauh mereka juga mendapat pengalaman berharga, teman-teman baru dari jurusan ilmu komunikasi di seluruh Indonesia, dan juga seluk beluk dunia PR. Mereka berharap kemenangan ini akan memotivasi mahasiswa lainnya agar terus berkompetisi. “Kami bertemu mahasiswa ilmu komunikasi di seluruh Indonesia. Nambah teman jadi tahu berbagai seluk beluk di PR, masukan masukan dari juri juga sangat bermanfaat untuk program dan penyusunan proposal yang kami buat selanjutnya. Dengan ajang ini, kami berharap teman-teman mahasiswa khususnya prodi ilmu komunikasi, untuk berkompetisi dan juga berprestasi di kancah nasional,”tutup Endrax. (bagas)